Mencari Cinta di Ujung

Cari jodoh via online? Boleh-boleh saja. Hal pertama yang perlu diperhatikan tentu adalah profile yang impresif–dan membuat (calon) pacar idaman tertarik untuk berkenalan. Silahkan saja membuat biodata yang witty, menarik atau memasang foto-foto keren kita di dalamnya. Hanya saja perhatikan ada beberapa hal yang alih-alih membuat calon pasangan potensial mendekat, ternyata justru membuatnya lari tunggang langgang!

1. Here’s the basic rule: saat mengisi biodata, se-”desperate” apapun kondisi kita hari ini, JANGAN PERNAH mengungkapkannya pada profil kita tersebut. Ini berlaku dari pemilihan foto, nama sampai status. Ibarat hendak berjualan, profil kita adalah kemasan produk yang dijual. Sebagus apapun isinya, jarang tuh yang mau membeli produk yang kemasannya tidak menarik, lecek atau kusam.

2. Maunya sih jadi pribadi yang terkesan humoris dan menyenangkan, makanya kita tidak segan berpose penuh banyolan atau menulis hal-hal kelewat konyol di sana. Nyatanya, berdasarkan penelitian yang dilakukan pada pria berusia 20-35 tahun di California, Amerika Serikat, ditemukan bahwa pria memang menyukai wanita yang memiliki selera humor baik, akan tetapi tetap berkelas, like a lady.

3. Ingin meninggalkan kesan pintar dan “berbeda”, kita mulai memposting kalimat-kalimat sarkastik mengenai berbagai hal. Yang perlu diingat, sarkastik tuh bukan berarti kasar. Pria tetap menyukai pendapat wanita akan berbagai hal, akan tetapi bila kelewat negatif, mereka khawatir apabila profil yang kita tulis tidak mewakili pola pikir kita yang kritis, melainkan pribadi yang menyimpan dengki dan tidak menyenangkan. Ow ow!

4. Bangga karena karier kita melesat cepat di kantor? Boleh-boleh saja. Akan tetapi apabila memasang seluruh CV lengkap kita di profil online (lengkap dengan semua penghargaan yang pernah kita terima)? Bisa-bisa bukannya pria idaman yang mendekati kita, melainkan headhunter atau HRD dari perusahaan tertentu. So just keep your complete CV to LinkedIn, yes?

5. Foto yang dipasang sedikit banyak menentukan keberhasilan dalam “mengundang” para calon pasangan potensial. Dalam hal ini, jadi diri sendiri sangat penting. Hindari pose-pose jaim, hasil rekayasa atau foto beramai-ramai (jangan sampai dia malah tertarik dengan rekan sahabat kita yang berada dalam kesempatan foto yang sama) sebagai foto profil. Foto yang big no no lainnya? Foto beberapa tahun lalu yang kita anggap masih kece (dia akan menganggap kita susah move on), apalagi foto sewaktu kita masih kecil (bisa-bisa mereka segera mundur teratur karena mengira kita sudah tidak single lagi). Pasang foto terbaik, dengan outfit yang pantas namun tetap stylish dan tentu saja enak dilihat. Selamat berburu pacar idaman!